Kamis, 27 Oktober 2011

ULUMUL HADITS


III. Ulumul Hadis
DEFINISI  ILMU HADIS
v  Ulama Mutaqaddimin
                Al-Ramahurmuzi (w.360), al-Hakim al-Nisaburi (w.405), Abu Nu’aim Ahmad b. Abdulllah al-Asbahani (w.430) dan al-Khatib al-Bagdadi (w.463)
                علم يبحث فيه عن كيفية أتصال الأحاديث بالرسول صلي الله عليه وسلم من حيث معرفة أحوال رواتها ضبطا وعدالة ومن حيث كيفية السند اتصالا وانقطاعا وغير ذلك
                “ilmu yang mengkaji sekitar metoda ketersambungan (sanad-sanad) hadis hingga Rasulullah, dengan cara mengetahui kondisi para periwayatnya, baik ke-dabit-annya ataupun ke-‘adil-annya; dan mengkaji penyebab-penyebab ketersambungan atau keterputusan sanad-nya”
v  Ulama Mutakhkhirin:
ulama hadis semenjak Ibn al-Akfani (w.534), Ibn al-Shalah (w.643)
Ilmu hadis ada 2: ilmu hadis riwayah dan ilmu hadis dirayah
علم الحديث الرواية هو العلم الذى يقوم على نقل ما أضيف إلى النبي صلى الله عليه وسلم من قول أو فعل أو تقرير أو صفة خلقية أو خلقية نقلا دقيقا محررا
            “ilmu hadis riwayah adalah ilmu yang didasarkan atas periwayatan secara rinci terhadap segala hal yang disandarkan kepada Nabi, baik perkataan, perbuatan, “penetapan”, atau sifat kemanusian atau moral.”
            علم الحديث الدراية هوالعلم الذي يعرف منه حقيقة الرواية وشروطها وأنواعها وأحكامها, وحال الرواة وشروطهم, وأصناف المرويات وما يتعلق بها
            “ilmu hadis dirayah adalah ilmu yang dapat menyingkap hakekat, syarat-syarat, macam-macam, dan nilai periwayatan; keadaan dan syarat-syarat para periwayat; jenis-jenis periwayatan dan segala hal yang terkait denganya.”
Sejarah Ilmu Hadis
l  Fase I: ilmu hadis terintegrasi dalam karya-karya hadis sahih seperti yang ada dalam karya al-Darimi dan al-Tirmidzi, Muslim (dalam Muqaddimah), dan (sebagai karya tersendiri) seperti karya al-Bukhari Kitab al-Rijal al-Kabir dan karya Ibn Sa’d Kitab Tabaqat al-Kabir.
l  Fase II (awal abad 4):
1.       Kitab al-Jarh wa al-Ta’dil karya Abdurrahman b. Abi Hatim (w. 327 H.)
2.       Kitab al-Muhaddits al-Fashil bain al-Rawi wa al-Wa’i karya al-Hasan b. Abdurrahman al-Ramahurmuzi (w. 360 H.)
3.       Kitab al-Tatabbu’ karya al-Daruqutni (w. 385 H.)
4.       Kitab Ma’rifah ‘Ulum al-Hadits karya al-Hakim al-Nisaburi (w. 404 H.)
l  Fase III (abad 4 s/d 7):
1.       al-Kifayah fi ‘Ilm al-Riwayah dan al-Jami’ li Akhlaq al-Rawi wa Adab al-Sami’ (keduanya karya al-Khatib al-Baghdadi [w. 463 H.])
2.       Kitab al-Maudlu’at karya Ibn al-Jauzi (w. 597 H.)
3.       al-Ilma’ ila Ma’rifah Ushul al-Riwayah wa Taqyid al-Sima’ karya ‘Iyad b. Musa al-Yahsibi (w. 544 H.)
4.       Ma la Yasa’ al-Muhaddits Jahluh karya Abu Hafs Umar b. Abdul Majid al-Mayanji (w. 580 H.)
5.       Kitab ‘Ulum al-Hadits (lebih dikenal Muqaddima Ibn al-Shalah) karya Usman b. Abdurrahman b. Al-Salah (w. 643 H.)
l  Fase IV (abad ke-8 dst):
1.       Mizan al-I’tidal fi Naqd al-Rijal dan Tadhkirat al-Huffad (keduanya karya Shamsuddin Muhammad b. Usman al-Dhahabi [w. 748 H.])
2.       Lisan al-Mizan dan Nukhba al-Fikar fi Mushthalah Ahl al-Atsar (keduanya karya Ibn Hajar al-’Asqalani [w.852 H.]);dst.
l  Karya-karya abad ke-20 M
1.       Usul al-Takhrij wa Dirasat al-Asanid karya Mahmud al-Tahhan
2.       Manhaj Naqd al-Matn ‘inda ‘Ulama` al-Hadits karya Salahuddin al-Idlibi (terbit 1983)
3.       Maqayis Naqd Mutun al-Sunna karya Musfir ‘Azmullah al-Dumaini (terbit 1984)
4.       Juhud al-Muhadditsin fi Naqd Matn al-Hadits al-Nabawi al-Sharif karya Muhammad Tahir al-Jawabi (terbit 1986)
Definisi Sanad, Rawi, dan Matn
Ø  Sanad: jalan matn, yakni serangkaian periwayat yang memindahkan (meriwayatkan) matn dari sumber awalnya.
Ø  Rawi (periwayat): nama seseorang yang menyampaikan berita.
Ø  Matn: teks hadis (kalimat) yang berada (disebutkan) setelah sanad.
Ø  Mukharrij: seseorang yang mengeluarkan atau menghimpun hadis dalam buku periwayatan mereka

A.Sanad
1. Ilm Ushul al-Hadits
2. Ilm Mushthalah al-Hadith
3. Ilm ‘Ilal al-Hadits
4. Ushul al-Takhrij wa Dirasat Al-Asanid
B.Rawi (periwayat)
1. Ilm Rijal al-Hadits
2. Ilm al-Jarh wa al-Ta’dil
3. Ilm Tawarikh al-Ruwah
C.Matn (teks hadis)
1. Ilm Asbab Wurud al-Hadits
2. Ilm Gharib al-Hadits
3. Ilm al-Nasikh wa al-Mansukh
4. Ilm Mukhtalif/Musykilat
    Al-Hadits
5. Ilm Ma’ani al-Hadits
IV. Klasifikasi Hadis





Hadis Mutawatir dan Hadis Ahad
ü  Hadis Mutawatir
                الحديث المتواتر وهو ما رواه جمع تحيل العادة تواطؤهم على الكذب, عن مثلهم من أول السند إلى منتهاه, على أن يختل هذا الجمع في أي طبقة من طبقات السند
                “Hadis mutawatir adalah hadis yang diriwayatkan oleh sejumlah banyak orang yang berdasarkan adat-istiadat mustahil mereka bersepakat untuk melakukan kedustaan, sejak sanad yang pertama hingga terakhir. Kesepakatan tersebut berlaku pada setiap tingkatan.”
ü  Hadis Ahad: hadis yang tidak memenuhi kriteria (syarat-syarat) hadis mutawatir.
1.       Hadis Masyhur: hadis yang diriwayatkan oleh tiga orang periwayat atau lebih dalam setiap tingkatan, namun tidak mencapai batasan hadis mutawatir.
2.       Hadis ‘Aziz: hadis yang diriwayatkan oleh dua perawi dalam seluruh tingkatan sanad hadis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar