Kamis, 27 Oktober 2011

MENTALITAS YANG TANGGUH KUNCI KESUKSESAN REPUBLIK ISLAM IRAN


Saat itu udara sangat dingin di Teheran. Menara tertinggi kekempat dunia Milad-s-Nour yang tengah dibangun seakan menyambut kedatangan sahabat karib negeri yang memiliki azzam keislaman luar biasa. Terlebh ditambah dengan semangat yang menggelora dari rakyat Iran yang baru merayakan 29 tahun revolusi Ya, pada hari senin tanggal 10 Maret 2008 Presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, melakukan kunjungan kenegaraan ke Iran.
Bangsa yang sarat kemajuan ialah bangsa yang membutuhkan visi. Ia serupa kekuatan seperti spirit yang mendorong perubahan. Visi menghasilkan etos. Laku hidup yang dinamis dan progresif menjadi hasilnya.
Hidup dalam konteks negara berarti berkembang ke arah kemajuan, kesejahteraan dan keadilan bagi warga negaranya. Hidup harus diperjuangkan. Perjuangan merupakan hasil kerja keras setiap hari, tidak mungkin didapat  begitu saja. Elan vital ini membutuhkan motor penggerak. Ditengah-tengah perjuangan hidup, Ia hadir dengan membawa visi dan cita-cita yang selama ini dibutuhkan semua kalangan.


            Ada filosofi yang mengatakan bahwa dalam permainan catur tidak ada jalan yang pasti untuk menang, namun ada jalan yang pasti untuk tidak kalah. Bagaimana jalan yang pasti untuk tidak kalah tersebut? Jawabannya adalah Jangan bermain catur.
            Namun, kita ketahui bersama bahwa Iran sangat berbeda, ia memutuskan untuk bermain catur. Bila tidak bermain catur maka tidak ada jalan untuk menang. Artinya, Iran akan menjadi negeri yang tidak disegani seperti saat ini. Walaupun pilihan ini mengandung konsekuensi sama besarnya untuk menjadi kalah. Dalam bermain catutr, kemenangan dan kekalahan tergantung pada pemainnya. Semakin jitu strategi yang dipakai semakin mudah untuk memenangkan permainan. Demikian halnya dalam memerintah suatu bangsa, banyak konsep yang bisa diterapkan , antara lain: revolusi, reformasi, demokrasi dan sistem lainnya. Dalam hal pemerintahan, Iran memiliki sumber daya yang mampu melawan hegemoni negara barat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar