Minggu, 15 Mei 2011

UP PRAMUKA SIAGA

TATA UPACARA PEMBUKAAN LATIHAN SIAGA

1. Pemeriksaan kebersihan
Bentuk barisan : Bersaf/berjajar
Tata urutan :
1. Pemimpn Barung Utama (PBU) memanggil para siaga yang bermain
2. PBU mengajak siaga berbaris
3. Barisan siap, PBU menjemput Bunda yanda/bundanya untuk pemeriksaan kebersihan diri.
4. Yanda /Bunda di depan para siaga memberi penjelasan
5. Yanda/Bunda dibantu Pak Cik dan Bu Cik memeriksa semua siaga
6. Yanda/Bunda bersama Bu Cik dan Pak Cik berunding menetapkan barung terbaik berdasarkan hasil pemeriksaan
7. Bunda/Yanda mengumumkan barung terbaik
8. Bunda / Yanda memberikan penghargaan kepada barung terbaik berupa pemberian tugas sebagai PBU
9. Siaga kembali bermain


2. Kegiatan inti/Upacara pembukaan latihan :
Bentuk upacara : Lingkaran, paling kana pinrung kiri wapinrung ikuti barung lain sampai melingkar
Tata urutan :
1. PBU menyiapkan sarana upacar: standar, tiang, bendera merah putih
2. PBU memanggil teman-temannya
3. PBU menyiapkan barisan (posisi barung PBU ada di depan PBU berfungsi sebagai pintu)
4. PBU menjemput Bunda/yanda, Bu Cik/Pak Cik berada di sela-sela barisan siaga. Seorang Bu Cik/Pak Cik berada di pintu.
5. Bunda/Yanda memasuki tempat upacara, berhenti di pintu memberi hormat diikuti siaga.
6. Posisi Bunda Yanda menghadap pintu . Posisi PBU menghadap Bund a d antara standar.
7. Bunda memberi intruksi kepada PBU, “Kibarkan benderamu”
8. PBU membawa bendera, di pintu berhenti, bendera dibuka dibantu Bu Cik/Pak Cik
9. Bunda/Yanda menghormat bendera diikuti peserta upacara.
10. Penghormat berlangsung sampai PBU selesai menghormat bendera.
11. Bunda mengucapkan Pancasila diikuti peserta upacara
12. Bunda mengintruksikan PBU, “Ucapkan Dwi Darmamu” diikuti peserta lainnya.
13. Bunda mengintruksikan PBU kembali ke barungmu
14. Bunda memberi amanat
15. Berdoa (boleh dipimpin bunda/Yanda/Bu-Pak Cik/ siaga)
16. Siaga siap untuk berlatih




Doa Upacara Pembukaan Siaga


Bismilahirrohmannirrohim
Ya … Allah yang maha pengasih dan penyayang
Hari ini kami para siaga akan melaksanakan latihan
Ya … Allah berikan kami kemampuan untuk melaksanakannya
Lancarkan kegiatan latihan ini
Jadikan latihan sebagai tempat kami menimba ilmu …
Tempat kami menambah pengetahuan dan pengalaman
Ya … Allah ridloi kami
Jadikan kami anak-anak siaga yang cerdas , kreatif, tapi tetap beretika
Ya … Allah kami mohon agar sembuhkan teman kami siaga …. Yang sekarang sedang sakit.
Terima kasih Ya Allah Engkau telah mendengarkan doa kami
Terima kasih ya Allah perkenankan dan kabulkan doa kami
Amin
(Doa agar disesuaikan dengan kondisi)




Upacara Pindah Golongan

Makna : Perpindahan dari golongan pramuka siaga ke golongan pramuka penggalang diwajibkan kepada pramuka siaga yang tela berssusia 11 tahun dan berkeinginan untuk melanjutkan kegiatannya sebagai pramuka penggalang
Alat : Tali
Upacara : Upacara perindukan siaga dan di pasukan penggalang
Tata urut :
A. Proses Perindukan Siaga
1. Proses di perindukan siaga (pada saat amanat bunda/yanda mengumumkan bahwa ada siaga yang akan pindah golongan)
2. Siaga yang akan pindah golongan mengambil tempat berhadapan dengan Bunda/Yanda
3. Pesan Bunda : Berisi tentang harapan dan doa agar siaga …. akan menyesuaikan diri dengan teman-temannya di penggalang
4. Pramuka siaga yang akan pindah berpamitan pada perindukan.
5. Pramuka siaga yang akan pindah golongan dibimbing PBU dengan Bunda dan Bu Ciknya sampai tali perbatasan

B. Proses Pasukan Penggalang
1. Rangkaian up. Pembukaan latihan penggalang.
2. Penerimaan calon anggota oleh Pembina Penggalang
3. Dialog antara Bunda dan Kakak Pembina penggalang
(Inti dialog penyerahan calon penggalang kepada Pembina penggalang.


Pengembangan: 1. Siaga melangkahi tali
2. Siaga calon penggalang “sayonara” kepada teman-teman di
Perndukan

Selanjutnya:
Bunda kembali ke perindukan melanjutkan latihan
Calon penggalang sudah menjadi penggalang dan bergabung dengan teman-teman di pasukan penggalang























PERSARI KMD DIKTI

Makna : Salah satu media pertemuan siaga.
Tujuan : Memaksimalkan perkembangan kognisi, afeksi, psikomotoris siaga.
Tempat : Out door
Peralatan : Tenda dan peralatan kegiatan lainnya.



PERSARI KMD MENPORA
(Contoh Perkemahan)
a. Pendahuluan

b. Dasar Pemikiran

c. Waktu dan Tempat

d. Bentuk Kegiatan dan Metode

1. Ketangkasan
• Zik zak dengan hola hup
• Engkleh
• Ayo … Bermain Congklak
• Kaukutangkap dan Kulempar
• Kuseberangi lautku
• Aku Bisa (Bongkar Pasang)

2. Ketrampilan/Hasta Karya/Scraft
• Uji Kreativitas tema lingkungan

3. Seni
• Gambarku Bercerita
• Nyanyian Barung

e. Susunan Kepanitiaan

f. Pembiayaan


g. Penutup

PLM


PROGRAM LATIHAN MINGGUAN
GUGUSDEPAN …………………………………………….
TANGGAL : ……… DESEMBER 2007
GOLONGAN : SIAGA
NO
JAM
MOTIVASI
ACARA
PETUGAS
ALAT
EVALUASI
POKOK
PENGGANTI
1

08.00-08.10
Patriotisme
Upacara Pembukaan Latihan
Upacara Pembukaan Latihan
Yanda
Bendera Merah Putih, Teks Pancasila, Teks dwidarma

2

08.10-08.25
Kesehatan Jasmani
KIM cium
KIM cium
Pak Cik Adam
10 macam bahan makanan berbau

3

08.25-08.35
Kerjasama
Membawa tongkat diujung jari
Kim Meraba
Pak Cik Anang
Tongkat

4

08.50-09.00
Patriotisme
Upacara Pembukaan Latihan
Upacara Pembukaan Latihan
Yanda


Jakarta, ….. DES 2007
Pembina,

Adang Amsyahak
PROGRAM LATIHAN MINGGUAN
GUGUSDEPAN …………………………………………….
TANGGAL : ……… DESEMBER 2007
GOLONGAN : PENGGALANG
NO
JAM
SASARAN
ACARA
PETUGAS
ALAT
EVALUASI
POKOK
PENGGANTI
1

15.00-15.15
Patriotisme
Upacara Pembukaan Latihan
Upacara Pembukaan Latihan
Kak Yusman
Bendera Merah Putih,

2

15.15-15.30
Ketrampilan Kepramukaan
Tali temali
PPPK
Kak Yana
Tali, tongkat

3
15.30-15.45
Persaudaraan
Permainan Hijau Hitam
Permainan Dendang dangdut
Kak Yusman
Kaset, tape

3

15.45-16.15
Cinta Tanah Air
Mengenal Pahlawan bangsa
Mengenal Daerah
Kak Hardjo
Foto-foto Pahlawan

4

16.15-16.45
Kesehatan
Senam Pramuka
PBB Tongkat
Kak Yusman
Kaset Senam

5

16.45-17.00
Patriotisme
Upacara Pembukaan Latihan
Upacara Pembukaan Latihan
Kak Yana


Jakarta, ….. November 2007
Pembina,

Yusman


PROGRAM LATIHAN MINGGUAN
GUGUSDEPAN …………………………………………….
TANGGAL : ……… DESEMBER 2007
GOLONGAN : PENEGAK
NO
JAM
SASARAN
ACARA
PETUGAS
ALAT
EVALUASI
POKOK
PENGGANTI
1

15.00-15.15
Patriotisme
Upacara Pembukaan Latihan
Upacara Pembukaan Latihan
Sangga Pencoba
Bendera Merah Putih

2

15.15-15.45
Pengetahuan
Kepramukaan
Mengenal Satuan Karya
Struktur Organisasi Gerakan Pramuka
Agung
Tali, tongkat

3

15.45-16.15
Kesehatan
PPPK
Mengenal penyakit
Tata
Mitela, Bidai

4

16.15-16.45
Ketrampilan Kepramukaan
PBB
Kompas
Dadan


5

16.45-17.00
Patriotisme
Upacara Pembukaan Latihan
Upacara Pembukaan Latihan
Sangga Pencoba



Jakarta, ….. DES 2007
Mengetahui,                                                                                             Dewan Ambalan
Pembina,                                                                                                   Pradana

Darman Siregar                                                                                        Agungsyah
PROGRAM LATIHAN MINGGUAN
GUGUSDEPAN …………………………………………….
TANGGAL : ……… DESEMBER 2007
GOLONGAN :
NO
JAM
SASARAN
ACARA
PETUGAS
ALAT
EVALUASI
POKOK
PENGGANTI


















































Jakarta, ….. DESEMBER2007
Mengetahui,                                                                                            
Pendamping kelompok,                                                                            Kelompok ………………

…………………………………                                                                              …………………………..

PUSDIKLATDA JATIM


GELANGGANG KRIDA PRAMUKA ARGASONYA
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN JAWA TIMUR

Kala itu, sekitar tahun 1966, setelah kwarnas menamakan pusdika dengan Candradimuka, Kolonel Laut Muthalib  yang bertugas sebagai andalan urusan latihan Kwarda Jatim pada waktu itu, mengusulkan Dadika (Daerah Pendidikan Pramuka) Jawa Timur dengan nama Argasonya. Usulan tersebut diterima dengan senang hati oleh pelatih lainnya. Sampai saat ini, Argasonya dipakai sebagai nama tempat pelatihan kepramukaan di Jawa Timur. Cadika (Cabang Pendidikan Pramuka) saat ini menjadi pusdikacab se-Jawa Timur sampai saat ini juga mempunyai nama masing-masing, contohnya, Pamekasan dengan Nanggala, Ponorogo dengan Amerta, Banyuwangi dengan Macanputih, Surabaya dengan Gunungsari, begitulah seterusnya. 
Kemudian, pada tahun 1978 dibentuklah Gelanggang Krida Pramuka (GKP) Jawa Timur di Sedati sebagai tempat krida (kerja) para pramuka termasuk satuan karya. Pada saat itu pula, Dadika berubah nama menjadi Lemdika yang lokasinya menyatu dengan GKP Argasonya. Pada tahun 2011, GKP di Sedati dipindahkan ke Balongbendo dengan nama GKP Argasonya yang di dalamnya terdapat Pusat Pendidikan dan Pelatihan Daerah (Pusdiklatda) Jawa Timur.
Argasonya merupakan tempat penggemblengan kepramukaan dari peserta didik, pembina, pelatih, instruktur, orang dewasa, dan masyarakat dengan tujuan meningkatkan kinerja kepramukaan, membentuk insan Indonesia yang berbudi luhur sesuai dengan cita-cita Gerakan Pramuka. Sentuhan yang digunakan dalam penggemblengan adalah Ketulusan, Cinta Kasih, dan Kebahagiaan dengan prinsip dan metode kepramukaan.
Argasonya diambil dari sebuah nama padepokan (tempat pendidikan) yang diasuh oleh seorang resi jelmaan Batara Brama. Di Argasonya itulah seorang ksatria bernama Kakrasana (saudara kembar Prabu Kresna) bertapa, menggembleng diri, dan mencari kesejatian hidup. Setelah selesai berguru Kakrasana berubah nama menjadi Baladewa. Dari bertapa itu, ia mendapatkan anugerah pusaka sakti yaitu senjata Nanggala yang berwujud angkus (mata bajak), dan Alugora berwujud gada dengan kedua ujung yang runcing. Selain itu Baladewa juga mendapat Aji Jaladara yang dapat terbang dengan kecepatan tinggi.
Baladewa adalah anak Prabu Basudewa, raja Mandura dari Ibu yang bernama Dewi Mahendra. Ia mempunyai saudara kembar yang bernama Kresna. Walaupun lahir kembar Baladewa dan Kresna adiknya tidak sama. Baladewa berkulit putih, sedangkan Kresna berkulit hitam cemani. Baladewa mempunyai adik wanita bernama Bratajaya atau Sumbadra.

Walaupun Baladewa terkenal sebagai raja yang mudah marah, ia jujur, adil, dan tulus. Ia tidak sungkan-sungkan untuk meminta maaf atas kesalahannya. Sejak kecil Baladewa dan kedua adiknya diungsikan dan disembunyikan di kademangan Widarakandang karena mendapat ancaman mau dibunuh oleh Kangsadewa. Di kademangan Widarakandang Baladewa dan kedua adiknya diasuh oleh Demang Antyagopa dan nyai Sagopi.
Baladewa beristeri Erawati anak Raja Salya dari negara Mandaraka dan mempunyai dua anak laki-laki yaitu Wisata dan Wimuna. Baladewa menjadi raja di Mandura menggantikan ayahnya Prabu Basudewa. Nama lain dari Baladewa adalah Kakrasana, Karsana, Balarama, Wasi Jaladara, dan Curiganata.
Pada saat perang Baratayuda berlangsung, Baladewa justru tidak terlibat sama sekali. Hal ini disebabkan karena rekayasa Prabu Kresna. Baladewa sengaja diselamatkan oleh Kresna dari kemungkinan buruk yang bakal menimpanya, yaitu dengan meminta Baladewa bertapa di Grojogan sewu. Tujuannya agar Baladewa tidak mendengar suara gemuruh perang, karena tertutup oleh suara air terjun. Baru ketika perang Baratayuda sudah usai, Baladewa sadar bahwa ia ditipu oleh adiknya. Baladewa meninggal dalam usia lanjut. Ia sempat menyaksikan penobatan Prabu Parikesit menjadi raja Hastinapura. Baladewa wafat menyusul Kresna adiknya yang terlebih dahulu muksa.